JEJAKSUARA.COM (SIAK)- Puspaga Sintana ( Pusat Pembelajaran Keluarga Siak Cinta Anak) Gelar Sosialisasi PenyadarTahuan sisi Negatif Penggunaan Gadget. Turut Hadir TP-PKK Kabupaten Siak, Siti Syarifah S.Ag, M.Pd, Ketua Puspaga Siak, Hj. Nurinah S.Pd. MM,
Wan Idris S.Sos,.MM Kepala dinas Sosial PPPA. Dan pemateri Narasumber Ketua Pokja I TP-PPPK Siak, Khairani A.Mk, SKM.M.Si. dr. Fatkhauli Salviani, M.kes Residen spesialis kedokteran keluarga.serta Kepala Sekola dan Guru beserta 300 Siswa-siswi SMA N 2 Siak. Kamis 17 September 2026 Pagi.
Acara sosialisasi tersebut Dibuka Langsung oleh kepala Dinas PPPA Kabupaten Siak Wan Idris S.Sos.MM.
Ketua TP-PKK Kabupaten Siak ,Siti Syarifah S.Ag.M.Pd. Mengatakan, Gadget Saat ini sudah menjadi bagian yang tidak dapat terpisahkan dari kehidupan kita, dengan adanya gadget kita dapat belajar, mencari informasi, berkomunikasi, berkarya bahkan dapat mengembangkan berbagai potensi kreativitas. Namun kita Wajib mengetahui sesuatu yang bermanfaat dapat menjadi masalah apabila digunakan tanpa terkendali” kata Siti Syarifah.
Lebih lanjut, Siti Syarifah Menyampaikan, penggunaan gadget secara berlebihan dapat membawa berbagai dampak negatif. Terutama bagi anak dan remaja mulai dari berkurang nya interaksi sosial, terganggu nya konsentrasi belajar, menurunnya kedisiplinan, kurangnya aktivitas fisik ganguan waktu istirahat, hingga munculnya ketergantungan pada dunia digital. Dan yang harus kita waspadai adalah ketika gadget bukan lagi menjadi yang kita kendalikan tetapi justru kita yang di kendalikan oleh gadget.” Ujarnya.
” Hari ini saya tidak mengatakan bahwa gadget itu buruk, dan juga bukan musuh kita. karena teknologi bukan hal yang harus kita jauhi justru kita harus menjadi generasi yang cerdas menggunakannya untuk belajar, mencari ilmu, mengembangkan kreativitas, membangun jejaring yang positif dan menghasilkan karya.” Pungkasnya.
Sementara itu, di tempat yang sama Hj. Nurinah, selaku ketua Puspaga menyampaikan ,Bahwa PUSPAGA SINTANA Siak Hadir sebagai upaya untuk membangun keluarga yang mampu memberikan perlindungan pengasuhan pendampingan dan edukasi kepada anak serta remaja. Kami percaya bahwa menghadapi tantangan era digital bukan hanya tugas anak dan bukan hanya tugas para guru dan juga orang tua namun ini juga bagian dari tugas kami kita bersama.” Ucapnya.
Sekolah memberikan pendidikan dan pendampingan orang tua memberikan perhatian dan keteladanan sementara anak anak harus memiliki kesadaran dan kemampuan untuk mengendalikan dirinya sendiri.” Jelasnya.
Sebab itu, mari kita bangun budaya” BIJAK MENGGUNAKAN GADGET” bukan harus berapa lama kita memegang gadget yang menentukan masa depan kita, tetapi apa yang kita lakukan atas gedget tersebut. Jadikan gadget sebagai jendela ilmu, bukan menjadi pintu menuju masalah. Jadikan teknologi sebagai sarana berkarya , bukan penghalang sebagai alat interaksi. Dan jadikan media digital sebagai alat untuk meraih masa depan, bukan sesuatu yang mengambil masa depan kita.” Pintanya.
Saya berharap Melalui sosialissi ini, anak-anak kami memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai manfaat sekaligus resiko penggunaan gadget.
Saya juga berharap, dan mengajak bapak ibu guru para orang tua untuk terus membangun komunikasi yang terbuka dengan anak- anak jangan hanya mengawasi gadget mereka, tetapi pahami dunia mereka dengarkan ceritanya, dampingi aktivitas digitalnya
Dan berikan contoh penggunaannya. Jadilah genarsi yang menguasai tekhnologi bukan generasi yang di kuasai tekhnologi.
Gunakan gadget dengan bijak, jaga kesehatan, jaga pergaulan, jaga etika, dan yang paling utama jangan pernah kehilangan kesempatan untuk belajar, berkarya, berinteraksi dan mengejar cita-cita.” Ucap Hj.Nurinah Mengakhiri.
Reporter:,Wahyu
